Ilmuwan Australia dan Amerika Temukan Zat Anti Penuaan

Prof.  David Sinclair, ahli genetika dan peneliti Harvard & UNSW.

Prof. David Sinclair, ahli genetika dan peneliti Harvard & UNSW.

Manfaat resveratrol bagi kesehatan dan proses penuaan diperkuat oleh para ilmuwan dari Universitas New South Wales (UNSW), Australia dan Universitas Harvard mengatakan telah menemukan cara untuk memperlambat proses penuaan. Dalam laporan yang dilansir Kompas tanggal 04 Nopember 2014, diketahui bahwa penelitian itu telah memasuki uji klinis awal terhadap manusia.

Dari penelitian yang dipimpin langsung oleh pakar gen UNSW dan Harvard, Profesor David Sinclair, para ilmuwan mengatakan bahwa mereka mengaktifkan gen muda dan mematikan gen yang lebih tua dengan menggunakan protein dan molekul alami.

“Kami telah menemukan gen yang mengontrol bagaimana tubuh berjuang melawan penuaan dan gen-gen ini, jika anda mengaktifkan mereka dengan cara yang benar, mereka dapat memiliki efek yang sangat kuat, bahkan menahan penuaan,” jelasnya.

Ia menguraikan, “Kami memberi mereka molekul yang disebut ‘NMN’ dan molekul ini benar-benar menahan penuaan hanya dalam jangka waktu seminggu melalui perawatan di otot, dan sekarang kami sedang mencari cara untuk menahan semua aspek penuaan jika memungkinkan.”

Profesor David sendiri disebut majalah Time sebagai salah seorang yang paling berpengaruh di dunia. Ia telah menggunakan molekul anggur merah, yakni ‘resveratrol’, selama satu dekade. Profesor David mengatakan, terobosan ini dapat digunakan untuk mengembangkan obat yang bisa mengembalikan keremajaan pada sel manusia.

“Kami telah beranjak dari percobaan tikus ke studi manusia tahap awal. Sudah ada beberapa uji klinis di seluruh dunia, dan kami berharap, dalam beberapa tahun ke depan, bisa mengetahui apakah temuan ini akan benar-benar bekerja pada manusia,” ungkapnya.

JEUNESSE RESERVE, supplemen kaya resveratrol, produksi JeunesseGlobal USA.

JEUNESSE RESERVE, supplemen kaya resveratrol, produksi JeunesseGlobal USA.

Uji klinis ini adalah studi kecil namun menunjukkan hasil yang menjanjikan pada manusia, sebutnya.

“Mereka menunjukkan bahwa molekul yang memperpanjang umur  tikus aman diberikan pada manusia. Zat ini tampaknya anti-radang, sehingga mungkin berguna melawan peradangan  dari suatu penyakit, seperti kulit kemerahan atau bahkan radang usus,” kata Profesor David.

Ia menambahkan, “Akhirnya kami ingin molekul ini dikonsumsi banyak orang untuk mencegah penyakit penuaan dan membuat mereka hidup lebih lama, dan lebih sehat.”

Sang profesor ternyata sudah lama mengkonsumsi resveratrol untuk menjaga kesehatannya.”Saya telah mengkonsumsi ‘resveratrol’ selama 10 tahun terakhir karena tampaknya sangat aman,” akunya.

“Tapi penelitian lebih lanjut yang saya ketahui, dan sekarang ada ribuan jurnal tentang itu, saya berpikir ada peluang bagus bahwa obat ini akan mendatangkan beberapa manfaat,” lanjutnya.

Profesor David menyebut, penemuan terbaru ini, suatu saat, bisa mendapatkan tempat yang sejajar dengan antibiotik.

“Beberapa orang mengatakan ini seperti bermain menjadi Tuhan, tetapi jika Anda bertanya ke seseorang 100 tahun yang lalu, ‘bagaimana dengan antibiotik?’ Mereka mungkin akan mengatakan hal yang sama,” ujarnya.

Ia pun menyambung, “Beberapa orang khawatir tentang kemajuan besar dalam teknologi dan obat-obatan, tetapi setelah itu diadaptasi dan wajar bagi manusia untuk hidup hingga usia 90 tahun dengan cara yang sehat,” kata Profesor David penuh semangat. (Sumber: Kompas).

 

 

 

This entry was posted in Reserve and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s