Harga Murah, Waspada Kosmetik Palsu !!

Kosmetik_Palsu_detikMendapatkan wajah yang putih, bersih nan cantik dengan cara mudah dan instant bisa berujung petaka. Aneka tawaran media online maupun iklan cetak tentang kosmetik murah yang bisa ini itu, sangat gampang ditemukan. Tingginya minat wanita untuk tampil lebih, membuat para penjahat menggunakan kesempatan ini meraup keuntungan meski harus membahayakan konsumennya. Salah satu pelakunya adalah Rachmat Effendie alias Simon yang memproduksi kosmetik yang kemudian dikemas ke dalam kemasan kosmetik bermerek. Selain produk kosmetik, tersangka juga menjual krim siang dan malam dari ‘dokter’ yang juga palsu.

Kasubdit Industri dan Perdagangan (Indag) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Agung Marlianto mengatakan, tersangka membeli bahan baku kosmetik di Pasar Asemka, Jakarta Barat.

“Kemudian diramu, prinsipnya bahan dasar sama tapi dikemas dengan modus menggunakan merek terkenal seperti Garnier dan Citra. Garnier sendiri tidak mengeluarkan produk ini, tapi dia (tersangka) keluarkan merek ‘Garnier’,”jelas Agung kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (31/8/2015).

Tersangka meracik bahan baku tersebut tanpa takaran standar. Untuk membedakan kosmetik merek satu dan lainnya, tersangka hanya mencampurinya dengan pewangi dan pewarna kue atau pewarna kain.

Agung meyakini, tersangka tidak memiliki izin untuk memproduksi dan juga izin dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan). Salah satu produk yang dikeluarkan tersangka bahkan mengandung zat berbahaya yang sebenarnya dilarang beredar.

“Seperti hydroquinon tretinoin ‘Babyface’, itu sebenarnya tidak boleh beredar,” imbuhnya.

Adapun, produk kosmetik palsu itu berupa umumnya golongan produk yang digemari konsumen seperti krim pemutih, krim UV Whintening, krim sunblock, sabun walet, bedak padat, krim siang dan krim malam dari ‘dokter’, serta sabun pencuci muka.

Tersangka ditangkap di Ruko Pallaais De Europe No 26 Lippo Karawaci, Tangerang, Rabu (26/8) lalu. Di lokasi, polisi menyita barang bukti berupa bahan-bahan baku dalam kemasan baskom dan tong, sejumlah dus kosmetik palsu siap edar, pewangi ginseng, sejumlah kemasan merek kosmetik yang dipalsukan, stiker, dan lain-lain.

Tersangka dijerat dengan Pasal 197 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dan atau denda maksimal Rp 1,5 miliar.

Dijual ke Pasar Tradisional

Bisnis ilegal tersangka ini sudah berjalan selama 6 tahun. Tersangka mengambil alih bisnis itu dari istrinya, yang sebelumnya sudah pernah ditangkap oleh aparat polisi atas kasus serupa.

“Omsetnya per tahun mencapai Rp 250 juta,” imbuhnya.

Produk-produk tersebut dijual secara bebas oleh tersangka di pasar-pasar tradisional. “Jadi hati-hati ketika membeli produk kosmetik di pasar tradisional,” cetusnya.

Kulit adalah aset Anda. Berikan hanya yang terbaik.

Kulit adalah aset Anda. Berikan hanya yang terbaik.

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Iwan Kurniawan, mengimbau masyarakat untuk teliti sebelum membeli agar bisa membedakan produk yang asli dengan yang palsu. Menurut Iwan, sebetulnya produk yang asli mudah diketahui.Paling tidak pastikan membeli dari sumber yang benar.

“Produk yang asli pasti punya katalognya. Kita bisa searching di internet melalui website kosmetik tersebut, apakah mengeluarkan produk itu atau tidak,”imbuhnya.

Selain itu, masyarakat perlu waspada bila ada penawaran harga yang jauh lebih murah dari harga normal. Bisa jadi produk tersebut adalah barang bekas, kadaluarsa, atau malah produk palsu. (Sumber: Detik.com)

This entry was posted in Berita dan Event. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s